Ditinggal Adik, Lilis, Penderita Kanker Ovarium Hidup Sebatangkara di Luwuk

 

Ingin Kembali ke Jawa Tapi Tidak Ada Biaya

LENSABANGGAI,LUWUK-Pepatah mengatakan, sudah Jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami Lilis (45 tahun), pasien RSUD Luwuk yang mengidap Kanker Ovarium, yang baru saja menjalani operasi oleh dr Chris ladja SpOG, beberapa haru lalu di ruangan Asoka.
Adik Lilis, Itep Isnandar atau yang bisa dipanggil Asep (40 tahun), dipanggil terlebih dahulu oleh yang maha kuasa. Diduga Itep kelelahan, serta kurang gizi kronik. Karena sebelum masuk menjaga Lilis, hanya kadang makan satu hari. Kadang tidak makan jika tidak uang dari penjualan barang bekas.
Sehingganya Itep harus dirawat di IGD RSUD Luwuk tanggal 2 Oktober 2023 karena pingsan, dan kemudian di Rawat intensif di Ruagan Flamboyan. “Syukurnya atas kebijakan Direktur RSUD luwuk dr.Yusran Kasim, ME membaskan semua biaya biaya perawatannya,” tutur dr Chris kepada Lensa Banggai, Sabtu (07/10/23).

Direktur RSUD Luwuk, dr.Yusran Kasim, ME, saat mengunjungi Ibu Lilis. [Foto: Istimewa]

Dr. Agus SpPD yang merawat Itep menjelaskan, penyebab kematian adalah Komplikasi atas kegagalan fx organ yang banyak akibat Penyakit gula yang dialami dan juga kekurangan Energi Kronik, sampai sulit untuk dikembalikan fungsi fungsinya. Kini itep Isnandar, telah meninggalkan duluan kakanya, Lilis.
Padahal menurut Lilis, kedatangan Itep ke Luwuk dari jawa, untuk menemaninya yang menderita perut bengkak, karena sudah hidup sendiri karena ditinggal oleh sang suami.
Tapi apa daya, Dana untuk kembali ke jawa barat itu tidak ada. Dan sehari-hari terpaksa memulung barang bekas hanya untuk bertahan hidup. Sampai akhirnya di Rawat di RSUD oleh dr Chris, dan di bantu bukan saja mengangkat Kista dan cairan dalam perutnya yang kurang lebih 19 liter, tetapi juga membantu mencarikan donatur dari berbagai pihak. Baik pihak RSUD. Pemerintah dan juga Swasta.
“Selama Lilis di Rawat, Dirut RSUD Luwuk juga memerintahkan instalasi gizi untuk memberikan makan 3×1 kepada ITEP isnandar selama menjaga KK nya di Rawat di Asoka oleh Dr Chris yang masih menjalani pemulihan pasca Operasi,” terang dr Chris
Dalam kesedihannya Lilis bercerita masih mengenang Ibu Batia (Wakil Ketua DPRD Banggai) yang begitu cantik, anggun. Tapi tidak segan segan memeluk dan mencium nya. “Harum sekali katanya, mata Lilis sampai berkaca kaca,” ungkapnya.
Atas kematian Itep Isnandar, semakin menambah kesedihan Lilis karena kehilangan satu keluarganya, hingga hidup sebatangkara. “Kata dia tidak tau mau bagaimana lagi untuk bertahan hidup,” akunya.
Lilis mengungkapkan, setelah kembali dari RS karena sudah di bolehkah pulang karena sudah sembuh. Kini harus berfikir lagi bagaimana caranya untuk makan sehari hari. Belum bisa bekerja memulung karena masih dalam proses pemulihan. “Di RS masih makan teratur, tapi kalau sudah pulang, apa yang mau di makan, bagaimana hidupnya kelak, mau pulang ke Jawa tidak ada biaya (sambil meneteskan air mata),” ungkap Lilis kepada dr Chris.
Hari ini pun 7 oktober 2023. ALM. Asep, hanya di makamkan atas bantuan dan kemurahan hati panguyuban Jawa yang di koordinasi oleh Mas Wijiajto.M.Kes. “Saya hanya berharap hanya tuhan saja yang membalas kebaikan orang orang di sekitar saya, yang banyak membantu,” ungkap Lilis lagi sambil memandang Jenazah Asep. (gmz)

Dua hari sebelum Alm Itep Isnandar (kiri, kaos hitam) masuk dan dirawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *